Jumat, 28 Oktober 2011

Lawan Manusia Rakus di Aceh

BANDA ACEH - Gerakan 99 persen mencanangkan aksi melawan manusia-manusia rakus pada Selasa 1 November 2011 ini.  Gerakan yang akan berlangsung di Banda Aceh ini dimotori Komunitas Tikar Pandan.

“Mari kawan, kita adalah 99% umat manusia yang melawan 1% manusia rakus yang merampas tanah dan sumber daya alam,” begitu bunyi status yang ditulis di akun page facebook Duduki Banda Aceh.

Berpusat di Taman Sari, Banda Aceh, gerakan bernama Occupy Banda Aceh ini diikuti puluhan lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa,aktifis, pekerja sosial, seniman dan organisasi masyarakat dan kepemudaan. Gerakan ini merupakan sebuah gerakan sosial yang bermula di Wall Street Amerika Serikat dan akhirnya menjalar ke 90 negara dan 800 kota diseluruh dunia.

“Gerakan ini muncul akibat ketimpangan sosial dan krisis ekonomi dunia yg diakibatkan oleh kejahatan korporasi dan tidak meratanya distribusi kesejahteraan,” kata M Fauzan Febriansyah, Koordinator Kampanye Occupy Banda Aceh, Kamis 27 Oktober 2011.

Menurut Fauzan, dari gerakan ini diharapkan dapat menjadi saluran kritik atas kondisi kesenjangan sosial, kemiskinan, serta makin jauhnya keadilan ekonomi bagi rakyat. “Kondisi ini terjadi akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat,” katanya.

“Dalam konteks Aceh, kita lihat dan rasakan bersama, rakyat Aceh tidak merasakan kesejahteraan dari sumber daya alam Aceh yang melimpah, seperti tambang mineral, gas alam, hutan. Ironisnya, hasil SDA yang melimpah itu akhirnya dikuasai oleh segelintir pemilik modal, perusahaan, dan pejabat pemerintah yang sukses meraup keuntungan besar.”

“Fakta kesenjangan ini kami simpulkan, bahwa hanya 1% dari populasi yg menikmati SDA dan meraup untung, sedangkan 99% populasi yg lebih besar terus terpuruk dalam lubang kemiskinan dan ketidakberdayaan. kenapa kita yang 99% tidak berani bersuara dan berjuang?”

Adapun lembaga yang akan ikut pada kegiatan ini adalah:
1. Komunitas Tikar Pandan
2. LBH Banda Aceh
3. JKMA
4. Walhi Aceh
5. SMUR
6. AJMI
7. HAMAS
8. Bem Fak.Hukum Unsyiah
9. Simpul Intelektual Pemuda Perubahan (SIPP)
10. Hipelmabdya
11. Ippemal
12. KontraS Aceh
13. Komunitas KutuBuku
14. Koalisi NGO HAM
15. PCC
16. Jaringan Kuala
17. Pema USM

Rencana Aksi Gerakan 99% Duduki Banda Aceh:
1. Konfrensi Pers, 27 Okt '11, pkl.14.00 wib
2. Nonton Bareng dan diskusi film "Battle in Seattle" di Meuligoe Coffe Lampineung, 28 okt '11 pukul 20.00
3. Diskusi kasus perampasan Sumber Daya Alam Aceh, 29 Okt '11 pukul 16.00
4. Bagi-bagi selebaran, 30 Okt '11, pagi dan sore
5. Seruan bersama dan Petisi Penyelamatan SDA Aceh, 31 Okt '11

[Seluruh rangkaian kegiatan berpusat di Taman Kota, Sisi utara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh]

Kamis, 27 Oktober 2011

Wow, Gerakan 99%Akan Duduki Banda Aceh

Gerakan duduki Banda Aceh pada Selasa (1/11) - Ist
Banda Aceh – Gerakan 99 persen pada Selasa (1/11) akan menduduki Banda Aceh. Aksi ini merupakan gerakan sosial untuk melawan 1 persen manusia manusia rakus.
“Mari kawan, kita adalah 99% umat manusia yang melawan 1% manusia rakus yang merampas tanah dan sumber daya alam,” demikian status yang ditulis di akun page facebook Duduki Banda Aceh yang terus meminta dukungan melalui dunia maya.
Rencana aksi tersebut muncul dalam rapat di Kantor Komunitas Tikar Pandan pada Rabu (26/10) diikuti puluhan lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa,aktifis, pekerja sosial, seniman dan organisasi masyarakat dan kepemudaan. Mereka sepakat menggelar acara Occupy Banda Aceh yang dipusatkan di Taman Sari.
Rangkaian kegiatan Gerakan 99% Duduki Banda Aceh dimulai Konferensi Pers pada Kamis (27/10) pukul 14.00 Wib, dilanjutkan nonton bareng dan diskusi film Battle in Seattle, Jumat (28/10). Selanjutnya, diskusi kasus perampasan Sumber Daya Alam Aceh, Sabtu (29/10) pukul 16.00.
Kemudian, pada Minggu (30/10) kegiatan pembagian selebaran Occupy Banda Aceh.  Seruan bersama dan Petisi Penyelamatan SDA Aceh akan dilakukan pada Senin (31/10).
“Dalam konteks Aceh, kita lihat dan rasakan bersama, rakyat Aceh tidak merasakan kesejahteraan dari sumber daya alam Aceh yang melimpah seperti tambang mineral, gas alam, hutan,” ujar M. Fauzan Febriansyah, Koordinator Kampanye Acara kepada Acehcorner.com, kemarin.
Fauzan juga mengajak semua kalangan masyarakat untuk ikut bergabung dalam aksi ini. “Siapa saja dapat bergabung, lepaskan atribut organisasi/parpol/ormas, kita datang sebagai individu/warga negara yang kritis dan perduli akan nasib generasi-generasi setelah kita,” tegasnya
Seluruh rangkaian kegiatan, kata Fauzan, berpusat di Taman Kota, sisi utara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. [Zier]