Senin, 02 Februari 2009

Surat Cinta Pada Milad ku ke-22

[senin, 2 februari 2009]

Terima kasih dan cinta yang tidak ternilai untuk semua sahabat, guru dan keluarga. Yang masih meletakkan ku pada serambi hati mereka. Yang tak dibiarkan tergeletak kemudian usang berdebu. Aku yang selalu dijaga dan diperhatikan. Akhirnya, Aku harus menunduk dan mengakui bahwa tanpa kalian aku bukanlah apa dan siapa...

Untuk keluarga ku ; bapak, mama, boy, akmal, dan tia. Maafkan jika 22 tahun kemarin anak dan abangmu belum bisa membahagiakan serta membanggakan kalian. Maafkan jika anakmu belum bisa membalas kesusahan dan kesabaran kalian dalam mendidik dan membesarkanku. Maafkan abangmu adik-adikku, pabila belum menjadi tauladan buat kalian. Harapku; semoga doa untukku masih terus mengangkasa ke pintu langit dunia. Dalam setiap lafaz doa pada fardhu dan sunnah, pada qiyamulail dan dhuha. Pada setiap lantunan surah, hingga setiap dzikir pagi dan petang. Hanya doa kalian yang buatku tegar dan menjadi cahaya jalanku menuju kebanggaan dan cita-cita kita. Kuberikan untuk kalian pelukan terhangat, untuk cinta, suka duka dan kebersamaan kita bersama.

Untuk guru-guruku ; mereka semua, yang mengeja kata hingga aku dapat membaca, mengajarkan menulis, menerangkan ilmu pengetahuan, memperlihatkan realita, membentuk keberanian, menjelaskan mana yang hak dan mana yang bathil, mengajarkan keadilan, dan memotivasi untuk terus berjuang demi kebenaran. Kutegakkan kepalaku, kuangkat setinggi-tingginya kedua tangan, memohon dibuka nya pintu langit, bagi doa-doa ku yang kusampaikan, semoga ridha Yang Maha senantiasa menyertai nafas dan langkah mereka.

Untuk semua sahabatku ; tiada kata yang akan terwakilkan untuk semua kenangan, kebersamaan, dan kekompakan. Semua tawa dan tangis yang tercurah, semua senyum yang tercipta. Hari ini kuberikan cinta ku untuk kalian, dan maukah kita terus bergenggam dan berjalan bersama?

Sahabat, aku yang teguh diatas pundak kalian, yang juga akan jatuh dibawah kaki kalian. Teruslah mengingatkan aku, sahabatmu yang pelupa. Akan cita-cita, usaha, dan cinta. Tetaplah menjadi cermin tulus untukku, tetaplah menyemangati, tetaplah bersama. Untuk kalian yang bersamaku meneteskan keringat di jalan, yang bersama berseru untuk keadilan, yang berjuang untuk mereka yang tertindas! Sahabat, Sebelah tubuhku adalah milik mereka-mereka, yang akan menjadi makanan bagi mereka yang lapar, yang akan dijadikan susu untuk bayi-bayi yang kehausan, dan dijadikan baju untuk mereka yang kedinginan. Dan setengahnya lagi adalah kayu bakar. Yang semoga menjadi kayu bakar-kayu bakar terbaik. Untuk menyalakan api perjuangan.

Untuk mereka yang mencintai ; aku akan lapuk, usang, berdebu, hingga ditinggalkan dan musnah. Aku tidak memiliki apa-apa hari ini, sampai besok pun tidak memiliki apa-apa. Yang kalian lihat hari ini adalah fatamorgana dan bagian metamorfosa yang belum sempurna. Kalian yang akhirnya sendu, kalian yang akhirnya kecewa, kalian yang tersakiti apabila melihatku dalam bayangan mimpi. Diantara mata kalian yang tertidur dan terjaga. Yang kalian harap ada pada mereka yang berharap. Bukan padaku.

Untuk dia yang mencintai ; terimakasih karena telah mengatakan dan melakukannya.

Untuk dia yang tak pernah pupus ; aku akan selalu mengingat dan menyimpan bahasamu.

Untuk Dia yang selalu kuharap dapat bertemu ; Sudah 22 tahun aku menghirup nafasMu, berjalan diatas tanahMu, melihat kebesaranMu dan berpijak di duniaMu. Aku bukanlah makhluk yang taat dan patuh, bukanlah bagian dari yang pandai bersyukur, bukan juga bagian yang penyampai. Aku adalah pembangkang yang melakukan apapun semauku. Yang sesekali sujud dan menengadahkan tangan. Sesekali membasahi bibir dengan ucapan kemuliaan dan keagungan untukMu. Andai jiwa ini tak pantas bersama pahlawan-panutanku yang mulia dan agung di surga. Maka campakkan jiwa ini ke neraka untuk membakar mereka yang menindas makhlukMu di dunia. Sebagai balasan atas abai dan lalaiku.

Akhirnya pak, ma, boy, mal, tia, guru, bung, dan sahabat-sahabatku. Selamanya... Salamku hanya untuk; mereka yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan.

Salamku untuk kalian yang 'tercinta'...